Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA)

Pada tanggal 15 Januari 2016 lalu, MAPALA SEMUT HIJAU STIE IBMI mengadakan Study Camp Pendidikan Dasar bagi adik-adik mahasiswa/i yang baru bergabung di MAPALA SEMUT HIJAU STIE IBMI. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang kepedulian dan kecintaan dengan alam sekitar dan lingkungan hidup kepada adik-adik mahasiswa. Kegiatan ini sudah tahun ke IV dilaksanakan dan acara ini memang wajib dilakukan bagi anggota baru yang bergabung dalam MAPALA SEMUT HIJAU STIE IBMI.

 

Foto bersama anggota baru MAPALA SEMUT HIJAU STIE IBMI

Nah Iconers, sebelumnya kita harus tahu dulu nih tentang sejarah Pecinta Alam dan Perkembangannya. Apabila sejenak kita merunut dari belakang, sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah "rumah" mereka. Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih "bermartabat", alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri. Ketika keduanya bersatu kembali, maka ketika itulah saatnya Sejarah Pecinta Alam dimulai.

 

Di Indonesia sendiri sejarah Pecinta Alam dimulai dari sebuah perkumpulan yaitu "Perkumpulan Pentjinta Alam" (PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. PPA merupakan perkumpulan Hobby yang diartikan sebagai suatu kegemaran positif serta suci, terlepas dari 'sifat maniak' yang semata-mata melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Tujuan mereka adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Sayang perkumpulan ini tak berumur panjang. Penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung sehingga akhirnya PPA bubar di akhir tahun 1960. Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. "Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?."

Kegiatan panjat tebing MAPALA SEMUT HIJAU STIE IBMI di Sibolangit

Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh, barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik.

             Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam adalah organisasi yang beranggotakan para mahasiswa yang mempunyai kesamaan minat, kepedulian dan kecintaan dengan alam sekitar dan lingkungan hidup. Sejak itulah pecinta alam pun merambah tak hanya kampus (Kini, hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki mapala baik di tingkat universitas maupun fakultas hingga jurusan), melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, sudut-sudut perkantoran, lorong-lorong atau kampung-kampung termasuk kampus kita tercinta STIE IBMI, Iconers.

 

 

 

 
 
 
 
 
 

 
 

 
 
 
 
STIE IBMI-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Internasional Business Management Indonesia
Pilihan Bahasa